Rabu, 12 Desember 2012

SEPUTAR KOTA BANDUNG

INFO PENTING SEPUTAR KOTA BANDUNG



ASRAMA CILIMUS INDAH (ACI)
ACI adalah layanan kamar kost khusus putri (pelajar dan mahasiswa) di bandung yang berdiri sejak tahun 1983, lokasi berada di sebelah utara lapangan softball kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tepatnya di Jalan Cilimus No.11 RT.07 RW.06 Bandung. Contavt person Denny : 022 9143-9311 / 0896-0555-3499. Warga dilarang menerima tamu laki-laki kedalam lingkungan asrama, disini para warga dididik secara alami untuk belajar disiplin dan mandiri. cocok untuk calon mahasiswi UPI yang pergi ke bandung untuk sungguh-sungguh ingin belajar.



VILA ISOLA
Villa Isola adalah bangunan villa yang terletak di kawasan pinggiran utara Kota Bandung. Berlokasi pada tanah tinggi, di sisi kiri jalan menuju Lembang (Jln. Setiabudhi), gedung ini dipakai oleh IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Bandung, yang sekarang menjadi Universitas Pendidikan Indonesia-UPI). Villa Isola adalah salah satu bangunan bergaya arsitektur Art Deco yang banyak dijumpai di Bandung.

Villa Isola dibangun pada tahun 1933, milik seorang hartawan Belanda bernama Dominique Willem Berretty. Kemudian bangunan mewah yang dijadikan rumah tinggal ini dijual dan menjadi bagian dari Hotel Savoy Homann. Perkembangan selanjutnya, ia dijadikan Gedung IKIP (sekarang UPI) dan digunakan sebagai kantor rektorat.

Suatu publikasi khusus pada masa Hindia Belanda untuk villa ini ditulis oleh Ir. W. Leimei, seorang arsitek Belanda. Dalam publikasi ini, Leimei mengatakan bahwa di Batavia ketika urbanisasi mulai terjadi, banyak orang mendirikan villa di pinggiran kota dengan gaya arsitektur klasik tetapi selalu beradaptasi baik dengan alam dan ventilasi, jendela dan gang-gang yang berfungsi sebagai isolasi panas matahari. Hal ini juga dianut oleh Villa Isola di Bandung. Pada masa pendudukan Jepang, Gedung ini sempat digunakan sebagai kediaman sementara Jendral Hitoshi Imamura saat menjelang Perjanjian Kalijati dengan Pemerintah terakhir Hindia Belanda di Kalijati, Subang, Maret 1942. Gedung ini dibangun atas rancangan arsitek Belanda yang bekerja di Hindia Belanda Charles Prosper Wolff Schoemaker.

Gedung ini berarsitektur modern dengan memasukkan konsep tradisional dengan filsafat arsitektur Jawa bersumbu kosmik utara-selatan seperti halnya Gedung Utama ITB dan Gedung Sate. Orientasi kosmik ini diperkuat dengan taman memanjang di depan gedung ini yang tegak lurus dengan sumbu melintang bangunan kearang Gunung Tangkuban Perahu. Bangunan berlantai tiga, dengan lantai terbawah lebih rendah dari permukaan jalan raya, disebabkan karena topografinya tidak rata. Ranah sekeliling luas terbuka, dibuat taman yang berteras-teras melengkung mengikuti permukaan tanahnya. Sudut bangunan melengkung-lengkung membentuk seperempat lingkaran. Secara keseluruhan bangunan dan taman bagaikan air bergelombang yang timbul karena benda jatuh dari atasnya, sehingga gedung ini merupakan penyesuaian arsitektural antara bangunan terhadap lingkungan.

Bagian villa yang menghadap utara dan selatan digunakan untuk ruang tidur, ruang keluarga, dan ruang makan; masing-masing dilengkapi jendela dan pintu berkaca lebar, sehingga penghuni dapat menikmati pemandangan indah di sekitarnya. Pemandangan indah ini juga dapat diamati dari teras yang memanfaatkan atap datar dari beton bertulang di atas lantai tiga.

Pada taman belakang terdapat kolam dengan pergola untuk bunga anggrek, mawar dan dilengkapi dengan lapangan tenis. Di depan sebelah utara jauh terpisah dari bangunan utama ditempatkan unit pelayanan terdiri dari garasi untuk beberapa mobil, rumah sopir, pelayan, gudang dan lain-lain.

Pintu gerbang masuk ke komplek villa ini terbuat dari batu yang dikombinasikan dengan besi membentuk bidang horisontal dan vertikal. Setelah melalui gapura dan jalan aspal yang cukup lebar, terdapat pintu masuk utama yang dilindungi dari panas dan hujan dengan portal datar dari beton bertulang. Mengikuti lengkungan-lengkungan pada dinding, denah portal juga melengkung berupa bagian dari lingkaran pada sisi kanannya. Ujung perpotongan kedua lengkungan disangga oleh kolom tunggal yang mirip dengan bagian rumah Toraja (tongkonan). Setelah melalui pintu utama terdapat vestibulae sebagaimana rumah-rumah di Eropa umumnya.

Ruang penerima ini terdapat di balik pintu masuk utama selain berfungsi untuk tempat mantel, payung tongkat dan lain lain juga sebagai ruang peralihan antara ruang luar dengan ruang di dalam. Dari vestibula ke kiri dan ke kanan terdapat tangga yang melingkar mengikuti bentuk gedung secara keseluruhan. Tangga ini terus-menerus sampai ke atap.

Ruang-ruang seperti diekspresikan pada wajah gedung bagian utara (depan) maupun selatan (belakang) juga simetris. Ruang-ruang yang terletak di sudut, dindingnya berbentuk 1/4 lingkaran. Lantai paling bawah digunakan untuk rekreasi, bermain anak-anak dilengkapi dengan mini bar langsung menghadap ke teras taman belakang. Selain itu pada bagian ini, terdapat juga ruang untuk kantor, dapur, kamar mandi dan toilet.

Di atasnya adalah lantai satu yang langsung dicapai dari pintu masuk utama. Pada lantai ini, di belakang vestibule terdapat hall cukup besar, permukaannya sedikit lebih rendah, karena itu dibuat tangga menurun. Kemudian setelah tangga langsung ke salon atau ruang keluarga yang sangat luas. Antara hall dan salon dipisahkan oleh pintu dorong sehingga bila diperlukan, kedua ruangan ini dapat dijadikan satu ruang yang cukup luas. Jendela pada ruangan ini juga mengikuti dinding yang berbentuk lingkaran sehingga dapat leluasa memandang kota Bandung. Ruang makan terletak di sebelah kiri (barat) salon. Di sebelah kanan (timur) ruang makan terdapat ruang kerja lengkap dengan perpustakaan dan ruang ketik di belakangannya (utara). Semua ruang berjendela lebar kecuali untuk menikmati pemandangan luar, juga sebagai ventilasi dan saluran sinar matahari. Pembukaan jendela, pintu yang lebar merupakan penerapan konsepsi tradisional yang menyatu dengan alam.

Semua ruang tidur ditempatkan pada lantai dua berjejer dan berhadapan satu dengan lainnya yang masing masing dihubungkan dengan gang ditengah. Pembagian ruang tidur dilakukan secara simetris. Di sebelah selatan terdapat ruang tidur utama, tengah utara untuk ruang keluarga dan di sebelah barat dan timur terdapat lagi kamar tidur. Masing-masing kamar mempunyai teras atau balkon. Kamar tidur utama sangat luas dengan ruang pakaian dan toilet di kiri kanannya. Antara ruang tidur utama dan teras terdapat pintu dorong selebar dinding sehingga apabila dibuka teras menyatu dengan kamar tidur, menghadap ke arah kota Bandung. Untuk melindungi teras dan ruang tidur dari air hujan, dibuat tritisan dari kaca disangga dengan rangka baja.

Bentuk ruang keluarga identik dengan ruang tidur utama, dengan latar belakang ke arah utara, sehingga Gunung Tangkubanparahu menjadi vistanya. Di atas ruang-rung tidur terdapat lantai tiga yang terdiri atas sebuah ruang cukup luas untuk pertemuan atau pesta, kamar tidur untuk tamu, sebuah bar, dan kamar mandi serta toilet tersendiri. Sama dengan ruang lainnya. ruang ini memiliki teras, jendela dan pintu dorong lebar.

Di atas lantai tiga berupa atap datar yang digunakan untuk teras. Semua perabotan dan kaca tritisan diimpor dari Paris, Perancis.

Bangunan ini ada tendensi horisontal dan vertikal yang ada pada arsitektur India yang banyak berpengaruh pada candi-candi di Jawa. Dikatakannya dalam arsitektur candi maupun bangunan tradisional, keindahan ornamen berupa garis garis molding akan lebih terlihat dengan adanya efek bayangan matahari yang merupakan kecerdikan arsitek masa lampau dalam mengeksploitasi sinar matahari tropis.

Schoemaker banyak memadukan falsafah arsitektur tradisional dengan modern dalam bangunan ini. Secara konsisten, ia menerapkannya mulai dari kesatuan dengan lingkungan, orientasi kosmik utara selatan, bentuk dan pemanfaatan sinar matahari untuk mendapat efek bayangan yang memperindah bangunan.

sumber:
http:/id.wikipedia.org/wiki/Villa_Isola

GEDUNG SATE
Gedung Sate, dengan ciri khasnya berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya, telah lama menjadi penanda atau markah tanah Kota Bandung yang tidak saja dikenal masyarakat di Jawa Barat, namun juga seluruh Indonesia bahkan model bangunan itu dijadikan pertanda bagi beberapa bangunan dan tanda-tanda kota di Jawa Barat. Misalnya bentuk gedung bagian depan Stasiun Kereta Api Tasikmalaya. Mulai dibangun tahun 1920, gedung berwarna putih ini masih berdiri kokoh namun anggun dan kini berfungsi sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat.

Gedung Sate yang pada masa Hindia Belanda itu disebut Gouvernements Bedrijven (GB), peletakan batu pertama dilakukan oleh Johanna Catherina Coops, puteri sulung Walikota Bandung, B. Coops dan Petronella Roelofsen, mewakili Gubernur Jenderal di Batavia, J.P. Graaf van Limburg Stirum pada tanggal 27 Juli 1920, merupakan hasil perencanaan sebuah tim yang terdiri dari Ir.J.Gerber, arsitek muda kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland, Ir. Eh. De Roo dan Ir. G. Hendriks serta pihak Gemeente van Bandoeng, diketuai Kol. Pur. VL. Slors dengan melibatkan 2000 pekerja, 150 orang diantaranya pemahat, atau ahli bongpay pengukir batu nisan dan pengukir kayu berkebangsaan Cina yang berasal dari Konghu atau Kanton, dibantu tukang batu, kuli aduk dan peladen yang berasal dari penduduk Kampung Sekeloa, Kampung Coblong Dago, Kampung Gandok dan Kampung Cibarengkok, yang sebelumnya mereka menggarap Gedong Sirap (Kampus ITB) dan Gedong Papak (Balai Kota Bandung).
Gedung Sate (ca.1920-28)

Selama kurun waktu 4 tahun pada bulan September 1924 berhasil diselesaikan pembangunan induk bangunan utama Gouverments Bedrijven, termasuk kantor pusat PTT (Pos, Telepon dan Telegraf dan Perpustakaan.

Arsitektur Gedung Sate merupakan hasil karya arsitek Ir. J.Gerber dan kelompoknya yang tidak terlepas dari masukan maestro arsitek Belanda Dr.Hendrik Petrus Berlage, yang bernuansakan wajah arsitektur tradisional Nusantara.

Banyak kalangan arsitek dan ahli bangunan menyatakan Gedung Sate adalah bangunan monumental yang anggun mempesona dengan gaya arsitektur unik mengarah kepada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa, (Indo Europeeschen architectuur stijl), sehingga tidak mustahil bila keanggunan Candi Borobudur ikut mewarnai Gedung Sate.

Beberapa pendapat tentang megahnya Gedung Sate diantaranya Cor Pashier dan Jan Wittenberg dua arsitek Belanda, yang mengatakan "langgam arsitektur Gedung Sate adalah gaya hasil eksperimen sang arsitek yang mengarah pada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa".

D. Ruhl dalam bukunya Bandoeng en haar Hoogvlakte 1952, "Gedung Sate adalah bangunan terindah di Indonesia".

Ir. H.P.Berlage, sewaktu kunjungan ke Gedung Sate April 1923, menyatakan, "Gedung Sate adalah suatu karya arsitektur besar, yang berhasil memadukan langgam timur dan barat secara harmonis". Seperti halnya gaya arsitektur Italia di masa renaiscance terutama pada bangunan sayap barat. Sedangkan menara bertingkat di tengah bangunan mirip atap meru atau pagoda. Masih banyak lagi pendapat arsitek Indonesia yang menyatakan kemegahan Gedung Sate misalnya Slamet Wirasonjaya, dan Ir. Harnyoto Kunto.

Kuat dan utuhnya Gedung Sate hingga kini, tidak terlepas dari bahan dan teknis konstruksi yang dipakai. Dinding Gedung Sate terbuat dari kepingan batu ukuran besar (1 × 1 × 2 m) yang diambil dari kawasan perbukitan batu di Bandung timur sekitar Arcamanik dan Gunung Manglayang. Konstruksi bangunan Gedung Sate menggunakan cara konvensional yang profesional dengan memperhatikan standar teknik.

Gedung Sate berdiri diatas lahan seluas 27.990,859 m², luas bangunan 10.877,734 m² terdiri dari Basement 3.039,264 m², Lantai I 4.062,553 m², teras lantai I 212,976 m², Lantai II 3.023,796 m², teras lantai II 212.976 m², menara 121 m² dan teras menara 205,169 m².

Gerber sendiri memadukan beberapa aliran arsitektur ke dalam rancangannya. Untuk jendela, Gerber mengambil tema Moor Spanyol, sedangkan untuk bangunannya dalah Rennaisance Italia. Khusus untuk menara, Gerber memasukkan aliran Asia, yaitu gaya atap pura Bali atau pagoda di Thailand. Di puncaknya terdapat "tusuk sate" dengan 6 buah ornamen sate (versi lain menyebutkan jambu air atau melati), yang melambangkan 6 juta gulden - jumlah biaya yang digunakan untuk membangun Gedung Sate.

Fasade (tampak depan) Gedung Sate ternyata sangat diperhitungkan. Dengan mengikuti sumbu poros utara-selatan (yang juga diterapkan di Gedung Pakuan, yang menghadap Gunung Malabar di selatan), Gedung Sate justru sengaja dibangun menghadap Gunung Tangkuban Perahu di sebelah utara.

Dalam perjalanannya semula diperuntukkan bagi Departemen Lalulintas dan Pekerjaan Umum, bahkan menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda setelah Batavia dianggap sudah tidak memenuhi syarat sebagai pusat pemerintahan karena perkembangannya, sehingga digunakan oleh Jawatan Pekerjaan Umum. Tanggal 3 Desember 1945 terjadi peristiwa yang memakan korban tujuh orang pemuda yang mempertahankan Gedung Sate dari serangan pasukan Gurkha. Untuk mengenang ke tujuh pemuda itu, dibuatkan tugu dari batu yang diletakkan di belakang halaman Gedung Sate. Atas perintah Menteri Pekerjaan Umum pada tanggal 3 Desember 1970 Tugu tersebut dipindahkan ke halaman depan Gedung Sate.

Gedung Sate sejak tahun 1980 dikenal dengan sebutan Kantor Gubernur karena sebagai pusat kegiatan Pemerintah Propinsi Jawa Barat, yang sebelumnya Pemerintahaan Propinsi Jawa Barat menempati Gedung Kerta Mukti di Jalan Braga Bandung.

Ruang kerja Gubernur terdapat di lantai II bersama dengan ruang kerja Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, Para Assisten dan Biro. Saat ini Gubernur di bantu oleh tiga Wakil Gubernur yang menangani Bidang Pemerintahan, Bidang Ekonomi dan Pembangunan, serta Bidang Kesejahteraan Rakyat, seorang Sekretaris Daerah dan Empat Asisten yaitu Asisten Ketataprajaan, Asisten Administrasi Pembangunan, Asisten Kesejahteraan Sosial dan Asisten Administrasi.

Namun tidak seluruh Asisten menempati Gedung Sate. Asisten Kesejahteraan Sosial dan Asisten Administrasi bersama staf menempati Gedung Baru.

Di bagian timur dan barat terdapat dua ruang besar yang akan mengingatkan pada ruang dansa (ball room) yang sering terdapat pada bangunan masyarakat Eropa. Ruangan ini lebih sering dikenal dengan sebutan aula barat dan aula timur, sering digunakan kegiatan resmi. Di sekeliling kedua aula ini terdapat ruangan-ruangan yang ditempati beberapa Biro dengan Stafnya.

Paling atas terdapat lantai yang disebut Menara Gedung Sate, lantai ini tidak dapat dilihat dari bawah, untuk menuju ke lantai teratas menggunakan Lift atau dengan menaiki tangga kayu.

Kesempurnaan megahnya Gedung Sate dilengkapi dengan Gedung Baru yang mengambil sedikit gaya arsitektur Gedung Sate namun dengan gaya konstektual hasil karya arsitek Ir.Sudibyo yang dibangun tahun 1977 diperuntukkan bagi para Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Lembaga Legislatif Daerah.

Gedung Sate telah menjadi salah satu tujuan obyek wisata di kota Bandung. Khusus wisatawan manca negara banyak dari mereka yang sengaja berkunjung karena memiliki keterkaitan emosi maupun history pada Gedung ini. Keterkaitan emosi dan history ini mungkin akan terasa lebih lengkap bila menaiki anak tangga satu per satu yang tersedia menuju menara Gedung Sate. Ada 6 tangga yang harus dilalui dengan masing-masing 10 anak tangga yang harus dinaiki.

Keindahan Gedung Sate dilengkapi dengan taman disekelilingnya yang terpelihara dengan baik, tidak heran bila taman ini diminati oleh masyarakat kota Bandung dan para wisatawan baik domestik maupun manca negara. Keindahan taman ini sering dijadikan lokasi kegiatan yang bernuansakan kekeluargaan, lokasi shooting video klip musik baik artis lokal maupun artis nasional, lokasi foto keluarga atau foto diri bahkan foto pasangan pengantin.

Khusus di hari minggu lingkungan halaman Gedung Sate dijadikan pilihan tempat sebagian besar masyarakat untuk bersantai, sekedar duduk-duduk menikmati udara segar kota Bandung atau berolahraga ringan.

Membandingkan Gedung Sate dengan bangunan-bangunan pusat pemerintahan (capitol building) di banyak ibukota negara sepertinya tidak berlebihan. Persamaannya semua dibangun di tengah kompleks hijau dengan menara sentral yang megah. Terlebih dari segi letak gedung sate serta lanskapnya yang relatif mirip dengan Gedung Putih di Washington, DC, Amerika Serikat. Dapat dikatakan Gedung Sate adalah "Gedung Putih"nya kota Bandung.

sumber:
http:/id.wikipedia.org/wiki/Gedung_Sate

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA (UPI)
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) didirikan tahun 1954 dengan nama PTPG (Perguruan Tinggi Pendidikan Guru). Tahun 1963 PTPG berubah menjadi IKIP dan tahun 1999 berubah menjadi UPI. Mulai tahun 2004, UPI diberi otonomi dan menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN).

UPI adalah perguruan tinggi yang menganut sistem multi kampus. Kampus utama UPI berlokasi di Bumi Siliwangi, Jalan Setiabudhi 229, Bandung. Sedangkan kampus lainnya berlokasi di Cibiru, Tasikmalaya, Sumedang, Purwakarta, dan Serang.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Fakultas
o 1.1 Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS)
o 1.2 Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
o 1.3 Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS)
o 1.4 Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA)
o 1.5 Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK)
o 1.6 Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK)
o 1.7 Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis(FPEB)
o 1.8 Sekolah Pascasarjana
+ 1.8.1 Sejarah
+ 1.8.2 Pimpinan SPs UPI Sekarang
+ 1.8.3 Struktur Organisasi
+ 1.8.4 Sistem Penyelenggaraan
+ 1.8.5 Rektruitmen Calon Mahasiswa
* 2 Unit Kegiatan Mahasiswa
o 2.1 Keagamaan:
o 2.2 Olah Raga:
o 2.3 Seni Budaya:
o 2.4 Lainnya:
+ 2.4.1 Isola Pos
+ 2.4.2 KOMPOR (Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika)
* 3 Referensi
* 4 Lihat pula
* 5 Pranala luar

[sunting] Fakultas

UPI memiliki 6 (enam) Fakultas dan Sekolah Pascasarjana (SPs)
[sunting] Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS)

Terdiri atas 10 jurusan, 10 program kependidikan, dan 2 program non-kependidikan:

1. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
1. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
2. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia
2. Pendidikan Bahasa Daerah
3. Pendidikan Bahasa Inggris
1. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
2. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris
4. Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
5. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jepang
6. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jerman
7. Pendidikan Bahasa dan Sastra Perancis
8. Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan
9. Pendidikan Seni Drama, Tari
10. Pendidikan Seni Musik

[sunting] Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)

Terdiri atas 8 (delapan) jurusan:

1. Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
1. Prodi Pengembangan Kurikulum
2. Prodi Teknologi Pendidikan
2. Psikologi
3. Administrasi Pendidikan Situs Web Jurusan Administrasi Pendidikan UPI
4. Psikologi Pendidikan dan Bimbingan
5. Pendidikan Luar Sekolah
6. Pendidikan Luar Biasa
1. Prodi Spesialisai Anak Tuna netra
2. Prodi Spesialisai Anak Tuna rungu
3. Prodi Spesialisai Anak Tuna grahita
4. Prodi Spesialisai Anak Tuna daksa
5. Prodi Spesialisai Anak Tuna laras
7. Program DII PGSD
8. Program DII PGTK

[sunting] Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS)

Terdiri atas 5 (lima) jurusan dan 3 (tiga) program studi (Prodi) non-Kependidikan:

1. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2. Jurusan Pendidikan Sejarah
3. Jurusan Pendidikan Geografi
4. Jurusan Matakuliah Dasar Umum (MKDU)
5. Jurusan Manajemen Pemasaran Pariwisata
6. Jurusan Manajemen Resort and Leisure
7. Jurusan Manajemen Industri Katering

[sunting] Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA)

Terdiri atas jurusan:

1. Jurusan Pendidikan Matematika
2. Jurusan Pendidikan Fisika
3. Jurusan Pendidikan Biologi
4. Jurusan Pendidikan Kimia
5. Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer

[sunting] Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK)

Terdiri atas 5 (lima) jurusan:

1. Pendidikan Teknik Sipil
2. Pendidikan Teknik Arsitektur
3. Pendidikan Teknik Elektro
4. Pendidikan Teknik Mesin
5. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

[sunting] Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK)

Terdiri atas 3 (tiga) jurusan:

1. Pendidikan Olahraga
2. Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi
3. Pendidikan Kepelatihan

[sunting] Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis(FPEB)

Terdiri atas Jurusan :

1. Pendidikan Akuntansi
1. Prodi Pendidikan Akuntansi
2. Prodi Akuntansi
2. Manajemen
3. Pendidikan Ekonomi Koperasi
4. Pendidikan Manajemen Perkantoran
5. Pendidikan Manajemen Bisnis

[sunting] Sekolah Pascasarjana
[sunting] Sejarah

Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan salah satu SPs tertua di Indonesia dengan komitmen yang kuat terhadap mutu. Sejarahnya bermula pada tahun 1968 dengan dibukanya Lembaga Pendidikan Post Doktoral (LPPD) yang kemudian berubah menjadi Sekolah Pasca Sarjana (1977-1982), Fakultas Pascasarjana (1983-1990), Program Pascasarjana (1991-2005), dan tahun 2006 kembali menjadi Sekolah Pascasarjana. SPs UPI menyelenggarakan Program Magister Pendidikan dan Non-Pendidikan (S2) serta Program Doktor Pendidikan (S3).

Sepanjang perjalanannya, SPs UPI dipimpin oleh:

1. Prof. Dr. Sikun Pribadi, M.A. (1968-1981)
2. Prof. Dr. Achmad Sanusi, S.H., M.PA. (1982-1992)
3. Prof. Dr. Moh. Djawad Dahlan (1993-1996)
4. Prof. Dr. Abdul Azis Wahab, M.A. (1996-2003)
5. Prof. Dr. Asmawi Zainul, M.Ed. (2003-2007)
6. Prof. Furqon, Ph.D. (2007-sekarang)

[sunting] Pimpinan SPs UPI Sekarang
Direktur: Prof. Furqon, Ph.D.
Asisten Direktur I: Prof. Dr. Djam’an Satori, M.A.
Asisten Direktur II: Prof. Dr. Nuryani Rustaman, M.Pd.
[sunting] Struktur Organisasi

SPs UPI memiliki organisasi dengan susunan sebagai berikut:

1. Direktur
2. Asisten Direktur I (Bidang Adm. Akademik, Kemahasiswaan & Alumni)
3. Asisten Direktur II (Bidang Administrasi Umum dan Keuangan)
4. Pimpinan (Ketua dan Sekretaris) Program Studi
5. Dosen
6. Web Master
7. Tata Usaha yang terdiri atas:
* Kepala Sub Bagian Tata Usaha
* Koordinator Administrasi Akademik, Kemahasiswaan & Alumni.
* Koordinator Administrasi Umum dan Kepegawaian.
* Koordinator Keuangan
* Koordinator Perlengkapan dan Kebersihan

[sunting] Sistem Penyelenggaraan

Proses pendidikan di SPs UPI diarahkan untuk membangkitkan kemandirian mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas akademik dan mencari sumber belajar sehingga mahasiswa mendapatkan manfaat yang optimal dari proses belajarnya. Seluruh proses pendidikan dirancang sebagai serangkaian pengalaman belajar yang berkelanjutan disertai pengendalian mutu sejak mahasiswa direkrut melalui seleksi, mengikuti kegiatan perkuliahan dan bimbingan, hingga lulus.
[sunting] Rektruitmen Calon Mahasiswa

Untuk dapat diterima sebagai mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3), calon harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.

1. Berijazah Sarjana (S1) Negeri atau PTS yang terakreditasi dengan Indeks Prestasi ≥ 2,50 untuk Program Magister (S2); dan Berijazah Magister/Master (S2) Negeri atau PTS terakreditasi dengan Indeks Prestasi ≥ 3,00 untuk Program Doktor (S3). Ijazah dari perguruan tinggi di luar negeri harus diakreditasi oleh Depdiknas.
2. Lulus seleksi masuk yang didasarkan atas:

Skor tes Bakat Skolastik dan Bahasa Inggris; Daftar riwayat hidup disertai pas photo ukuran 3 x 4; Satu judul karya ilmiah terbaik yang pernah dihasilkan dalam lima tahun terakhir. (Harus dilampirkan ringkasannya ± 3 halaman ditik 2 spasi dalam kertas ukuran kwarto); Rencana penelitian untuk disertasi, dijelaskan secara singkat permasalahan dan signifikansinya (Ditik 2 spasi dalam kertas ukuran kwarto ± 3 halaman), khusus untuk Program Doktor (S3); Wawancara: Program Magister (S2) untuk Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Jepang, Pendidikan Bahasa Perancis dan Pendidikan Seni; Program Doktor (S3) untuk semua program studi.

Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Terdiri atas 2 (dua) Strata, yaitu:

* Strata 2 (S2)

1. Administrasi Pendidikan
2. Bimbingan dan Konseling
3. Pendidikan Luar Sekolah
4. Pengembangan Kurikulum
5. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
6. Pendidikan IPA
7. Pendidikan Matematika
8. Pendidikan Bahasa Indonesia
9. Pendidikan Umum / Pendidikan Nilai
10. Pendidikan Olahraga
11. Pendidikan Bahasa Inggris
12. Pendidikan Bahasa Jepang
13. Pendidikan Bahasa Perancis
14. Linguistik
15. Pendidikan Kebutuhan Khusus
16. Pendidikan Seni
17. Pendidikan Kewarganegaraan
18. Pendidikan Teknologi Kejuruan
19. Magister Manajemen Bisnis

* Strata 3 (S3)

1. Administrasi Pendidikan
2. Bimbingan dan Konseling
3. Pendidikan Luar Sekolah
4. Pengembangan Kurikulum
5. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
6. Pendidikan IPA
7. Pendidikan Matematika
8. Pendidikan Bahasa Indonesia
9. Pendidikan Umum / Pendidikan Nilai
10. Pendidikan Olahraga
11. Pendidikan Bahasa Inggris
12. Pendidikan Budaya dan Sastra Sunda

[sunting] Unit Kegiatan Mahasiswa
[sunting] Keagamaan:

* KALAM UPI, UKDM, UPTQ, BAQI
* Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: GERAKAN MAHASISWA PENDIIDKAN NASIONAL
* PKBI (Pengembangan Khazanah Budaya Islam)
* PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen)

[sunting] Olah Raga:

* Atletik
* Karate, Judo, Perisai Diri, Pencak Silat, Boxer, Taekwondo, Gulat, Tinju, Anggar.
* Sepak Bola, Bola Voli, Softball, Bola Basket, Hoki, Sepak Takraw
* Tenis Meja, Tenis Lapangan, Bulu Tangkis
* Dayung, Panahan, Catur, renang

[sunting] Seni Budaya:

* Paduan Suara
* Vokal Group
* Tari
* Lakon Teater
* UFM (Unit Film Mahasiswa)
* Kabumi
* Unit Fotografi Mahasiswa

[sunting] Lainnya:
[sunting] Isola Pos
Kulit muka Isola Pos Edisi 37

Isola Pos (biasa disebut: Isola) adalah surat kabar mahasiswa dwibulanan yang diterbitkan Unit Pers Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPM UPI). Pada awal masa penerbitan hingga tahun 2006, Isola Pos menggunakan moto atau slogan yang sama dengan yang digunakan oleh IKIP Bandung, yaitu "Ilmiah, Edukatif, Religius".

Edisi pertama (Edisi Perkenalan) Isola Pos terbit pada bulan Agustus tahun 1991 dengan sistem cetak offset. Pada halaman mukanya Isola Pos mengedepankan headline bertajuk "SMPT" (Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi). Walaupun rubrikasi Isola mencakup tema liputan yang cukup luas (pendidikan, politik, gerakan mahasiswa, sastra, bahasa, seni, budaya, dan lainnya), Isola juga sempat dikenal sebagai tabloid politik [1]. Hal ini dikarenakan para pengelola Isola Pos dan UPM UPI (sebagai lembaga penerbit Isola Pos) secara langsung maupun tidak kerap terlibat dalam aktivitas gerakan mahasiswa di Bandung pada masa Orde Baru pimpinan Soeharto.

Meski disebut sebagai surat kabar (yang sering diasosiasikan dengan format kertas surat kabar (koran) berukuran setengah plano), Isola Pos memiliki format kertas khusus dengan ukuran 24cm x 32cm (edisi perdana Isola berukuran 28cm x 41cm).

Seiring dengan berjalannya waktu, format Isola Pos pon berganti menjadi majalah yang berukuran 21cm x 27,5cm. Hal tersebut menegaskan bahwa Isola Pos selalu peka terhadap perkembangan jaman tanpa meninggalkan esensi dan cita-cita yang diusungnya.

Selain itu, di ranah dunia maya, Isola Pos hadir dengan alamat http://isolapos.com dengan nama Isola Pos Online. Keberadaan Iso Pos Online menjadi jawaban atas kebutuhan informasi yang bisa diakses dari mana saja dan cepat.

Unit pers mahasiswa (UPM UPI) adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dalam bidang penalaran tingkat universitas pada Universitas Pendidikan Indonesia.
[sunting] KOMPOR (Komunitas Mahasiswa Penggemar Otomasi dan Robotika)

KOMPOR adalah Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat universitas di Universitas Pendidikan Indonesia yang bergerak di bidang teknologi robotika. KOMPOR yang pertama kali didirikan pada 30 April 2003 ini baru diresmikan pada 2 Februari 2008 di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa UPI [2]. Meskipun dibentuk dan didominasi oleh mahasiswa-mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Jurusan Teknik Elektro Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), KOMPOR memiliki kebijakan keanggotaan terbuka (mahasiswa nonFPTK).


* REMA (Republik Mahasiswa)
* BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)
* Senat Mahasiswa Fakultas
* HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan)
* UKSK (Unit Kegiatan Studi Kemasyarakatan)
* Pramuka
* Menwa (Resimen Mahasiswa)
* Mahacita (Mahasiswa Pencinta Alam)
* KSR - PMI
* Kopma (Koperasi Mahasiswa)
* UPI Computer Club (UPI-CC)

sumber:
http:/id.wikipedia.org/wiki/Universitas_pendidikan_indonesia


UNIVERSITAS PASUNDAN
Universitas Pasundan atau dikenal dengan Unpas adalah sebuah universitas swasta populer di Bandung, Indonesia yang memiliki Kampus di 4 lokasi yaitu. di Jalan Tamansari No. 6-8, Jalan Lengkong Besar No. 68, Jalan Dr. Setiabudhi No. 193 dan Jalan Kliningan.

Universitas Pasundan (UNPAS) berdiri tanggal 14 November 1960, keberadaan dan pengembangannya tidak lepas dari tujuan dan cita-cita Paguyuban Pasundan, sebagai organisasi induk yang lahir tahun 1913. Sehingga esensi dan eksistensinya tidak terlepas dari garapan pengabdian Paguyuban Pasundan terutama dalam turut mencerdaskan kehidupan dan kesejahteraan bangsa Indonesia
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 LAMBANG
o 1.1 Arti Lambang
o 1.2 Arti Warna dan Lambang
* 2 Bendera
* 3 Selayang Pandang
* 4 Daftar Fakultas - Fakultas di Universitas Pasundan
* 5 Popularitas
* 6 Pranala luar

[sunting] LAMBANG

Lambang Universitas Pasundan berbentuk perisai segi lima yang di dalamnya tertera:

1. Bunga Padma
2. Air
3. Sayap
4. Obor
5. Kujang

[sunting] Arti Lambang

* Perisai segi lima adalah lambang Pancasila, azas negara yang menjadi pedoman bagi segala usaha serta kegiatan Universitas, diarahkan pada kepentingan negara, bangsa dan agama
* Air adalah lambang wanita, keibuan yang tulus dan taqwa kepada Allah SWT, dan berarti pula kesuburan
* Bunga Padma adalah lambang kearifan yang mekar indah, abadi, suci sepanjang masa, perlambang kebudayaan
* Sayap adalah lambang yang akan membawa pemiliknya ke tingkat yang lebih tinggi demi kemajuan dan kebudayaan
* Obor adalah alat penerang yang melambangkan dharma seorang sarjana sebagai juru penerang dan penunjuk jalan yang lurus sesuai dengan ajaran Islam
* Kujang adalah senjata pusaka Sunda yang melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran yang menjadi tugas ilmu pengetahuan. Kujang tegak lurus ke langit, menyimbulkan ajaran tauhid Islami sebagai sumber dan muara pengabdian

[sunting] Arti Warna dan Lambang

* Kuning adalah warna jiwa, lambang cahaya, dan kebahagiaan yang menggambarkan kejayaan dan keluhuran budi
* Merah adalah lambang semangat dan keberanian
* Putih adalah lambang kesucian dan kejujuran
* Biru adalah lambang bahtera, kedamaian, ketenangan, kepercayaan kepada diri sendiri dan keseimbangan
* Coklat adalah lambang tanah Pasundan sebagai pijakan berbudaya

[sunting] Bendera

1. Bendera Universitas berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar Coklat Muda di tengahnya terdapat Lambang Universitas
2. Bendera Fakultas berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar
1. Merah, untuk Fakultas Hukum
2. Biru, untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
3. Oranye, untuk Fakultas Teknik
4. Kuning, untuk Fakultas Ekonomi
5. Hijau Muda, untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
6. Ungu, untuk Fakultas Ilmu Seni
7. Biru Muda, untuk program studi Sastra Inggris

[sunting] Selayang Pandang

Universitas Pasundan (UNPAS) berdiri tanggal 14 November 1960, keberadaan dan pengembangannya tidak lepas dari tujuan dan cita-cita Paguyuban Pasundan, sebagai organisasi induk yang lahir tahun 1913. Sehingga esensi dan eksistensinya tidak terlepas dari garapan pengabdian Paguyuban Pasundan terutama dalam turut mencerdaskan kehidupan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
Gedung Kampus Unpas di Jl.Tamansari 6-8

Pada saat berdirinya, UNPAS didukung oleh kehadiran dua fakultas, yakni Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Fakultas Hukum terdiri atas dua jurusan yakni: Hukum Perdata dan Hukum Pidana, sedangkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terdiri atas jurusan-jurusan: Administrasi Negara, Kesejahteraan Sosial, dan Hubungan Internasional. Mengingat kebutuhan masyarakat, selanjutnya dibuka jurusan baru pada dua fakultas tersebut, yakni Jurusan Administrasi Niaga dan Jurusan Ilmu Komunikasi di FISIP dan Jurusan Hukum Tata Negara di FH. Namun berdasarkan keputusan Konsorsium Ilmu Hukum pada tahun 1993, jurusan-jurusan di FH ditiadakan.

Pada tahun 1961 dibuka fakultas baru yaitu Fakultas Teknologi (FT) dengan jurusan Teknologi Makanan dan Teknik Produksi. Jurusan Teknologi Makanan selanjutnya diubah menjadi Jurusan Teknologi Pangan, dan Jurusan Teknik Produksi kemudian diubah menjadi Jurusan Teknik dan Manajemen Industri.

Pertengahan dasawarsa 70-an kembali dibuka fakultas baru, yakni Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). FE sampai saat ini didukung oleh tiga jurusan yaitu : Jurusan Manajemen, Akuntansi, dan Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan; sedangkan FKIP saat ini terdiri atas lima program studi, yaitu : PPKN, Pendidikan Ekonomi Akuntansi, Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Biologi.
[sunting] Daftar Fakultas - Fakultas di Universitas Pasundan

Sejak berdiri sampai dengan saat ini di lingkungan Universitas Pasundan mempunyai Fakultas dan Jurusan/Program Studi/Program Kekhususan sebagai berikut:

1. Fakultas Hukum, dengan Program Ilmu Hukum terdiri dari Program Kekhususan Kepentingan Individu dan Masyarakat, Penegakan Hukum Pidana, Kebijakan Hukum dan Politik, Hukum Ekonomi Internasional.
2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, terdiri atas Program Studi Administrasi Negara, Kesejahteraan Sosial, Ilmu Hubungan Internasional, Administrasi Niaga, dan Ilmu Komunikasi.
3. Fakultas Teknik, terdiri atas Program Studi Teknologi Pangan, Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Informatika, Teknik Lingkungan dan Teknik Planologi.
4. Fakultas Ekonomi, terdiri atas Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Ekonomi.
5. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, terdiri atas Program Studi Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan, Pendidikan Ekonomi Akuntansi, Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
6. Fakultas Ilmu Seni, terdiri atas Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fotografi dan Film, dan Seni Musik.
7. Program Studi Sastra Inggris
8. Program Pascasarjana, terdiri atas Program Magister Ilmu Administrasi, Program Magister Manajemen, Program Magister Teknik & Manajemen Industri, Program Magister Hukum, dan Program Magister Teknologi Pangan.

[sunting] Popularitas

Kemajuan di bidang pengelolaan akademik ditandai dengan diperolehnya status akreditasi dengan menempati 16 besar PTN/PTS di seluruh Indonesia dan di Jawa Barat menempati posisi 2 besar PTS. Sedangkan jumlah mahasiswa dan Guru Besar, Unpas merupakan terbanyak se Kopertis Jabar dan Banten. Sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maka sejak tahun akademik 1999/2000 dibuka Program Pascasarjana Magister Ilmu Administrasi dengan konsentrasi Kebijakan Publik dan Kebijakan Bisnis, pada tahun akademik 2000/2001 dibuka pula Program Magister Manajemen (MM) dengan konsentrasi Manajemen Pemasaran dan Manajemen Sumber Daya Manusia, pada tahun akademik 2001/2002 dibuka program Magister Teknik dan Manajemen Industri dengan konsentrasi Sistem Logistik dan Manajemen Industri, dan pada tahun akademik 2003/2004 dibuka program Magister Hukum dan Program Magister Teknologi Pangan, sedangkan program pascasarjana yang masih dalam proses pengkajian Dirjen Dikti adalah Program S-3 Ilmu Sosial, Ilmu Ekonomi, dan Teknik.

Untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi secara utuh dan terpadu, maka pada tahun 1978 dibentuk Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LAPPMA). Kemudian untuk menyesuaikan dengan ketentuan perundangan yang baru, maka pada tahun 1987 kedua lembaga itu dipisah menjadi Lembaga Penelitian (Lemlit), Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPM). Selanjutnya pada tahun yang bersamaan dibentuk pula Lembaga Kebudayaan (Lembud), yang mempunyai tugas pokok melestarikan dan mengembangkan budaya Sunda; Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Syi’ar Islam (LPPSI), mempunyai tugas mengembangkan syi’ar Islam. Pada tahun 2000 LPPSI dan Lembud digabung menjadi Lembaga Budaya Sunda dan Pengkajian Islam (LBSPI). Untuk meningkatkan pelayanan dan fokus pada bidangnya, maka pada tahun 2003 LBSPI dipisah kembali menjadi Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Syi’ar Islam (LPPSI) dan Lembaga Budaya Sunda (LBS).

Untuk membantu pelaksanaan tugas pokok universitas, khususnya tugas-tugas pengadministrasian maka dibentuklah biro-biro. Adapun biro-biro yang ada adalah Biro Administrasi Akademik, Biro Administrasi Umum, Biro Administrasi Kemahasiswaan. Sejalan dengan meningkatnya beban kerja dan masalah yang dihadapi oleh Universitas Pasundan maka pada tahun 2005 ini dibentuk biro baru, yaitu Biro Administrasi Keuangan dan Pengembangan Sumber Dana. Untuk pengadministrasian di tingkat fakultas dilaksanakan oleh bagian tata usaha.

Untuk mendukung penyelenggaraan program akademik, telah dijalin hubungan kerjasama dengan beberapa instansi pemerintah dan swasta, serta perguruan tinggi di dalam maupun di luar negeri, di antaranya: Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Departemen Dalam Negeri, Lemhanas, BUMN, Kadin Jabar, Pemda Provinsi Jawa Barat dan beberapa Pemerintah Kota/Kabupaten di Propinsi Jawa Barat dan Banten. Sedangkan perguruan tinggi luar negeri, adalah: Universitas Bonn, Universitas Forzeim, Universitas Karlsruhe (Jerman), Universitas Curtin (Australia) dan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) serta PTN di Kota Bandung (ITB, UNPAD, UPI), untuk bidang seni dijalin kerjasama dengan ISI Yogyakarta dan IKJ Jakarta. Di samping itu telah dijalin hubungan baik dengan beberapa perguruan tinggi di Perancis, Belgia, Thailand, Malaysia, Jerman dan Jepang, di mana beberapa dosen Unpas menyelesaikan studi S-2 dan S-3.

sumber:
http:/id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Pasundan

KIRIM SMS GRATIS KE SEMUA OPERATOR

I LOVE PHOTO ARTIS INDONESIA
Photobucket
klik saja gambarnya..
Kamar Kost Putri Kolom blog tutorial
Kolom blog tutorial